Mata berair sering muncul tiba-tiba tanpa disadari. Banyak orang mengira kondisi ini hanya karena menangis atau iritasi ringan, padahal penyebab mata berair bisa jauh lebih kompleks. Dalam kehidupan sehari-hari, kondisi ini bisa mengganggu fokus kerja, aktivitas belajar, hingga kualitas hidup secara keseluruhan.
Menariknya, keluhan ini dialami oleh berbagai usia, mulai dari remaja hingga lansia. Selain itu, gaya hidup modern seperti terlalu lama menatap layar gadget juga ikut memicu masalah mata. Karena itu, memahami penyebab mata berair bukan sekadar soal kesehatan mata, tetapi juga soal kualitas hidup jangka panjang.
Mata Berair: Masalah Sepele yang Sering Diremehkan
Banyak orang baru menyadari pentingnya kesehatan mata saat keluhan mulai mengganggu aktivitas. Mata berair sendiri merupakan kondisi ketika produksi air mata berlebih atau sistem drainase air mata terganggu Alodokter.
Secara alami, air mata berfungsi untuk:
Namun, saat produksi air mata tidak seimbang, tubuh memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak normal.
Sebagai ilustrasi, ada cerita fiktif tentang Raka, seorang desainer grafis muda. Ia mengira berair yang dialaminya hanya karena kurang tidur. Setelah berminggu-minggu, ternyata ia mengalami iritasi akibat paparan layar komputer tanpa jeda. Cerita seperti ini cukup sering terjadi dalam kehidupan nyata.
Selain itu, perubahan cuaca, polusi udara, dan kebiasaan mengucek mata juga sering menjadi pemicu yang tidak disadari.
Penyebab Mata Berair yang Paling Umum
Secara medis, penyebab mata berair bisa berasal dari faktor eksternal maupun internal. Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi:
-
Iritasi Mata
Debu, asap kendaraan, polusi, hingga kosmetik bisa memicu iritasi ringan yang membuat mata memproduksi lebih banyak air mata. -
Alergi
Reaksi alergi biasanya disertai gatal, kemerahan, dan bengkak ringan di area mata. -
Infeksi Mata
Infeksi bakteri atau virus dapat menyebabkan berair disertai kotoran mata berlebih. -
Mata Kering
Ironisnya, mata kering justru bisa memicu mata ber air karena tubuh berusaha mengompensasi kekurangan kelembapan. -
Saluran Air Mata Tersumbat
Kondisi ini sering terjadi pada bayi dan lansia. -
Kelelahan Mata Digital
Paparan layar terlalu lama membuat mata tegang dan memicu produksi air mata berlebih.
Namun, penyebab di atas sering saling berkaitan. Misalnya, mata kering akibat penggunaan gadget bisa memicu iritasi dan berujung mata ber air.
Kenapa Mata Kering Justru Bisa Membuat Mata Berair?
Fenomena ini sering membingungkan. Saat mata kering, tubuh merespons dengan memproduksi air mata refleks. Sayangnya, jenis air mata ini tidak cukup efektif untuk menjaga kelembapan jangka panjang.
Akibatnya:
Inilah alasan mengapa penggunaan obat tetes mata harus sesuai kebutuhan, bukan sekadar mengikuti tren.
Faktor Gaya Hidup yang Memicu Mata Berair
Selain faktor medis, gaya hidup modern ikut berkontribusi besar. Saat ini, beberapa kebiasaan yang sering memicu mata berair antara lain:
-
Menatap layar lebih dari 6 jam per hari
-
Kurang tidur
-
Menggunakan lensa kontak terlalu lama
-
Kurang minum air
-
Terlalu sering berada di ruangan ber-AC
Sebagai contoh, mahasiswa yang mengerjakan tugas hingga dini hari sering mengalami mata ber air keesokan harinya. Kondisi ini bukan sekadar lelah biasa, tetapi tanda mata membutuhkan istirahat.
Selain itu, penggunaan makeup mata tanpa membersihkan dengan benar juga dapat memicu iritasi kronis.
Dampak Mata Berair Jika Dibiarkan
Jika mata ber air terjadi terus-menerus, beberapa risiko yang mungkin muncul antara lain:
-
Infeksi mata berulang
-
Penurunan kualitas penglihatan sementara
-
Ketidaknyamanan saat bekerja
-
Sensitivitas terhadap cahaya
Pada kondisi tertentu, mata berair kronis bisa menjadi tanda gangguan kesehatan lain yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Cara Mengatasi Mata Berair Secara Efektif
Penanganan mata ber air sebaiknya disesuaikan dengan penyebabnya. Namun, beberapa langkah umum berikut bisa membantu:
Langkah Sederhana yang Bisa Dilakukan
-
Istirahatkan mata setiap 20 menit saat menggunakan gadget
-
Gunakan kompres hangat untuk membantu membuka saluran air mata
-
Jaga kebersihan tangan sebelum menyentuh area mata
-
Gunakan obat tetes mata sesuai kebutuhan
-
Perbanyak konsumsi air putih
Kebiasaan Sehat untuk Pencegahan
Selain itu, konsultasi ke tenaga medis dianjurkan jika mata berair terjadi lebih dari satu minggu atau disertai nyeri hebat.
Kapan Harus Waspada?
Segera lakukan pemeriksaan jika mata berair disertai:
-
Nyeri hebat
-
Penurunan penglihatan
-
Mata sangat merah
-
Keluar cairan kental
Gejala tersebut bisa menandakan infeksi serius atau gangguan struktur mata.
Penutup
Memahami penyebab mata ber air menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mata di era digital. Kondisi ini bukan hanya soal iritasi ringan, tetapi bisa menjadi sinyal bahwa mata sedang bekerja terlalu keras atau mengalami gangguan tertentu.
Dengan mengenali gejala sejak awal, seseorang bisa mengambil langkah pencegahan lebih cepat. Selain itu, perubahan gaya hidup sederhana seperti mengatur waktu layar dan menjaga kebersihan mata terbukti efektif mengurangi risiko.
Pada akhirnya, kesehatan mata adalah investasi jangka panjang. Ketika seseorang memahami penyebab mata ber air dan cara mengatasinya, kualitas hidup sehari-hari akan meningkat secara signifikan.
Baca fakta seputar : Health
Baca juga artikel menarik tentang : Penyebab Mimisan pada Anak yang Sering Terjadi

